R.I.P Marco Simoncelli

Pada hari Minggu 23 Oktober, balapan MotoGP di motor Shell Advance Grand Prix Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, pembalap Italia Marco Simoncelli dari San Carlo Honda Gresini mengalami kecelakaan serius di mana ia menerima cedera kritis.

Perlombaan itu segera dihentikan dengan bendera merah dan Simoncelli diangkut dengan ambulans ke pusat sirkuit medis dimana staf medis bekerja untuk menyadarkan dia.

Meskipun mereka berupaya, Marco menyerah pada cedera pukul 4:56 pm waktu setempat.

Semua orang yang terlibat di MotoGP ucapkan bela sungkawa terdalam kepada keluarga Marco, teman-teman dan tim ini kehilangan yang tragis.

Penyebab kematian Marco Simoncelli dilansir saat press conference digelar oleh tim medis pada MotoGP Sepang, Malaysia. Marco Simoncelli dinyatakan tewas akibat cedera yang dialaminya di bagian kepala, leher dan dada usai kecelakaan yang menimpanya.
Tim Medis yang diwakili oleh Dr Michele Macchiagodena selaku Direktur medis pada MotoGP Sepang, Malaysia menyebutkan Marco Simoncelli tidak terselamatkan setelah sempat di berikan CPR dan perawatan oleh tim medis.

Trauma pada bagian kepala, leher dan dada Marco Simoncelli menyebabkan pembalap Italia tersebut harus menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 16.56 waktu setempat (23/10/2011).
"Saya sangat sedih berada di sini untuk memberitahukan mengenai kematian Marco Simoncelli karena kecelakaan parah yang disebabkan oleh pembalap lain, ada trauma pada kepala, leher dan dada," ujar Macchiagodena dalam press conference di Sirkuit Sepang, Minggu (23/10/2011).

"Saat tim kami sampai, ia tak sadarkan diri. Saat ambulans datang, ia langsung diberikan CPR dan juga mendapatkan perawatan standar lainnya. CPR terus diberikan selama 45 menit karena bisa menolongnya. Sayangnya itu tidak bisa membantunya. Ia meninggal pukul 16.56 (waktu setempat, red)," lanjutnya.

Press Conference berlangsung selama enam menit dan juga dihadiri oleh Javier Alonso (Dorna Events Managing Director), Franco Uncini (Safety Delegates), Claude Danis (Presiden Komisi Keselamatan), dan Paul Butler (Race Director).
Previous
Next Post »